Belajar ETABS – part I

Buatlah struktur gedung menggunakan ETABS dan berikan bebannya seperti gambar berikut! (gunakan profil W10x30 untuk balok dan W10x60 untuk kolom )

Struktur Sumbu X-Z
Struktur Sumbu X-Y
  1. Software ETABS dibuka, Hal pertama yang dilakukan adalah menyamakan satuan yang akan kita gunakan seterusnya. Yang saya gunakan adalah kgf-m ( Kilogram Force – Meter). Ini berlaku untuk semua satuan yang diterapkan dalam Kilogram dan Meter.

  2. Klik FILE pada menu bar kemudian pilih New Model, lalu klik Default.edb.

    kemudian isikan berapa jumlah garis arah x dan arah y, dan lengkapi pada kolom Simple Story Data. Pilih Grid Only kemudian klik OK.

  3. Karena dimensi pada gambar yang ditampilkan belum sesuai dengan soal, maka Grid dirubah dengan
    Klik EDIT pada menu bar -> Edit Grid Data -> Pilih Edit Grid , kemudian klik Modify / Show System..
     ( Edit Grid data berfungsi untuk mengEdit sumbu arah X dan Y)

    pada bagian kanan terdapat 2 (dua) pilihan yaitu Ordinates and Spacing, pilih Ordinates. Dan rubah angka yang ada dengan ukuran sesuai dengan soal, Seperti Gambar berikut lalu klik OK
    ( Ordinates mendefinisikan lebar spasi yang dimulai dari titik nol, sedangkan Spacing mendefinisikan lebar spasi antara garis yang digambar pada sumbu yang digunakan)


    setelah klik OK kedua kalinya akan  keluar tampilan seperti dibawah ini

  4. Namun edit Grid belum sampai disini karena tinggi lantai belum di terapkan.
    Klik EDIT pada menu bar -> Edit Story Data -> Pilih Edit Story. Kemudian sesuaikan angka pada soal dengan struktur yang dibuat, seperti gambar berikut. Lalu klik OK
     ( Edit Story data berfungsi untuk mengEdit, menambahkan, dan mengurangi lantai)
  5. Klik window dua dimensi di sebelah kiri. Maka akan terlihat garis kotak berwarna biru di window sebelah kanan. Itu mengartikan bahwa lantai yang sedang dilihat adalah lantai yang ditujukan oleh garis tersebut. Untuk menaik turunkannya menggunakan panah berwarna biru pada Toolbar.


    jika kondisinya seperti ini klik panah sehingga garis biru tersebut ada pada di atas.

  6. Klik Similar Stories pada sudut kanan bawah. (Similar story dapat memudahkan untuk membuat elemen struktur tanpa harus digambar di setiap lantai, biasanya digunakan tanpa bagian base ‘sloof’ )

    Klik Create line in region di sebelah kiri pada toolbar, ganti properti dengan properti balok W10x30. kemudian drag dari titik A ke titik B.

    kemudian setelah di drag klik tanda panah kembali pada toolbar di sebelah kiri. Selesailah membuat balok pada struktur tersebut.
  7. Penggambaran selanjutnya adalah menggambar Kolom. Lakukanlah langkah dari poin 6. Namun tombol yang digunakan pada penggambaran ini adalah Create Columns.
    seperti biasa setelah di drag klik tanda panah kembali pada toolbar di sebelah kiri. Selesailah membuat balok pada struktur tersebut.
  8. Tumpuan yang diberikan pada ETABS adalah sendi. Karena pada soal diberikan Jepit di kedua sisinya, maka kedua sisi dengan tumpuan sendi digantikan dengan Jepit.

    turunkan garis yang berwarna biru hingga lantai dasar.

    kemudian klik setiap joint yang akan digantkan menjadi Jepit.

    Klik Assign pada menu Bar kemudian pilih Joint/Point > Restrains kemudian klik icon Jepit > OK.

    untuk memperlihatkan tampak melintang struktur yang telah dibuat dan diberi Jepit. Klik icon Set elevation pada toolbar. kemudian klik OK.

  9. Pembebanan Struktur.
    BEBAN MERATA PADA STRUKTUR
    a.     Klik frame yang akan diberi beban.

    b.     Klik Assign > Frame Loads > Distribute. Masukkan beban pada kolom Unifrom loads sebesar 10Kgf/m (lihat soal) lalu klik OK.
    maka beban yang akan diterapkan adalah sebagai berikut

    BEBAN TRAPEZOID SEGITIGA PADA STRUKTUR.
    a.     Klik terlebih dahulu Frame yang akan diberi beban. kemudian Klik Assign > Frame Loads > Distribute. Kemudian isikan beban pada kolom Trapezoid. dan Nol-kan load pada kolom Unifrom load  seperti gambar dibawah ini.

    b.     Klik OK, dan beban segitiga dapat terlihat.

    (Relative distance akan menunjukan porsi beban dalam persen, karena puncak segitiga ada di tengah atau 50%,maka pada kolom tersebut diisi 0,5 sedangkan 15 adalah beban yang diterimanya).
    BEBAN TERPUSAT PADA STRUKTUR.
    a.     Klik terlebih dahulu Frame yang akan diberi beban. kemudian Klik Assign > Frame Loads > Point. Kemudian isikan beban pada kolom Poin Loads setelah klik Absolute Distance. Seperti terlihat pada gambar berikut.

    b.     Klik OK, beban terpusat akan terlihat.

    (Absolute distance akan membagi beban sesuai dengan jarak yang ditentukan, karena bentang memiliki lebar 4 meter dan beban terpusat tepat di tengah bentang, maka pada kolom tersebut diisikan angka 2 dan 20 dibawahnya yang menunjukkan beratnya beban terpusat tersebut) 

    dengan hal yang sama lakukanlah langkah2 berikut.



  10. Selesai..
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Jika ada hal yang kurang tepat ataupun kurang jelas, silahkan tinggalkan comment anda..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s